Banyak fakta
masyarakat salah membedakan korupsi dengan kriminalitas/kejahatan, Korupsi yang muncul di
bidang politik dan birokrasi bisa berbentuk sepele atau berat, terorganisasi
atau tidak. Walau korupsi sering memudahkan kegiatan kriminal seperti penjualan
narkotika, pencucian uang, dan prostitusi, korupsi itu sendiri tidak terbatas
dalam hal-hal ini saja. Untuk mempelajari masalah ini dan membuat solusinya,
sangat penting untuk membedakan antara korupsi dan kriminalitas/kejahatan.
Maka dari
itu perlu adanya upaya untuk mencari bibit baru dari kalangan mahasiswa yang
bisa diajak melakukan tindakan pencegahan korupsi. Hal ini bertujuan agar para
mahasiswa memiliki komitmen anti korupsi yang kemudian akan menjadi agent of
change dalam pemberantasannya. "Fokus utama dalam Training Of Trainer Anti
Korupsi ini adalah aspek pencegahan. Hal ini berupaya untuk mengubah mindset,
kebiasaan dan perilaku korupsi." ujar Witri Wulandari.
Maka dari itu, kami sebagai generasi penerus bangsa, Pengurus Komisariat
Politeknik Triguna Tasikmalaya dalam Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia melaksanakan kegiatan
Training Of Trainer Anti Korupsi dengan
tema “Pentingnya Pendidikan Anti Korupsi
Sebagai Pembentuk Karakter Bangsa Bagi Mahasiswa” pada tanggal 18 Desember 2016 di Aula LAKPESDAM NU Kota Tasikmalaya.


No comments:
Post a Comment