BUMN BEBERKAN PENYALURAN DANA CSR - PMII KOTA TASIKMALAYA

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Saturday, 6 December 2014

BUMN BEBERKAN PENYALURAN DANA CSR


Sumber : Kabar Priangan

DPRD, (KP).- Upaya Panitia Khusus (Pansus) dalam menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang Peran serta tanggung jawab sosial perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat Kota Tasikmalaya mulai mencapai titik terang.
Dengan mengorek keterang­an BUMN/BUMD dan perusa­ha­an swasta yang beroperasi di Ko­ta Tasikmalaya, diketahui ma­yoritas BUMN/BUMD dan per­usahaan swasta menyalur­kan dana Community Sosial Responsibility (CSR) atau dana sosialnya masih secara mandiri.
Seperti diungkapkan perwa­kil­an PT Jasa Raharja Cabang Ta­sikmalaya, Imam Cahyono, CSR Jasa Raharja disalurkan untuk sarana umum dan pendi­dikan melalui PT Jasa Raharja itu sendiri. “Bukopin pun sama. Pelaksana kami sendiri, seperti kalau ada bencana alam, kami dengan sukarela mengeluarkan bantuan dari karyawan dan na­sabah,” kata perwakilan Bank Bu­kopin, Ulfa, di ruang paripurna DPRD, Jumat (5/12/2014).
Tak hanya Jasa Raharja dan Bukopin, untuk Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya, seperti diuta­rakan Fauzi Ade bahwa program CSR BI atau kalau di BI di­namakan Program Sosial ti­dak hanya disalurkan di Kota Tasikmalaya karena naungan wilayah kerja. Dan untuk Kota Ta­sikmalaya, BI telah menja­lan­kan program ketahanan pangan dengan memberi bantuan kelompok tani di Singkup Purbaratu dan Malingping Ta­mansari.
Di dua daerah itu, BI dengan mitra kerja kelompok tani me­nanam cabe, singkong dan sebagainya di lahan seluas 2 hektare. “Total lahan enam hektar, tapi baru dua hektar yang dike­lola dengan anggaran Rp 250 juta,” ujar Fauzi.
Perwakilan Bank Rakyat In­donesia (BRI), Yuyun bahwa untuk BUMN sudah diatur Per­men lewat Program Kemitraan Bina Lingkungan. CSR dikeluarkan dua persen dari laba. “La­ba BRI tahun ini Rp 2 triliun, berarti CSR-nya sekitar Rp 400 miliaran. Namun, dana ini dia­tur pusat dan kami di daerah sebatas mengajukan,” ucapnya.
Akan tetapi, bagi PT Telkom mengaku sudah menjalin kemitraan dengan 700 mitra aktif. CSR disalurkan dalam berbagai bidang seperti pinjaman mo­dal, pendidikan dan sosial. PT Telkom mencairkan dana CSR setiap triwulan sebesar Rp 1-2 miliar untuk disalurkan se Pri­angan timur. “Kalau Mayasa­ri Plaza dua tahun sekali, be­kerja sama dengan pemkot ketika Ramadan dan Agustus pas HUT Mayasari,” tutur Andi.
Begitupun PT Djarum, hanya karena divisi pemasaran untuk CSR dikelola departemen khu­sus di pusat. “Bentuknya ada bak­ti pendidikan, bakti sosial dan bakti budaya. Baiknya pemerintah bisa menembus pu­sat,” kata perwakilan Djarum.
Keterangan dari BUMN/BU­MD dan swasta itu sayangnya hanya disampaikan sekitar belasan perusahaan. Padahal, Pan­sus mengundang 21 perusahaan untuk menghadiri un­dang­an pansus.
Termasuk dalam pantauan “KP”, dua perusahaan besar ang­kutan Primajasa dan Budi­man pun tidak hadir, padahal dua perusahaan ini telah eksis lama di Kota Tasikmalaya. Di­tambah Plasa Asia, Matahari, Yogya, Agung dan Samudra Dept Store juga tidak hadir. Untuk swasta hanya diwakili FIF, PT BKL, dan perusahaan plastik yang beroperasi di Mang­kubumi.
Setelah pansus mengorek ke­te­rangan, menurut Ketua Pan­sus Andi Warsandi, pansus ting­gal mencari formula bagai­mana mengatur dana CSR-CSR tersebut agar bersinergi dengan pembangunan pemerintah. “Nan­ti kita rumuskan, sekarang sebatas ingin mengetahui kemana dan bagaimana dana itu di­sa­lurkan,” ujarnya

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here